Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts
Ruang Damai di Calabai
Feb 3, 2014
Ruang Damai di Calabai
Calabai memang tak punya kaldera seperti Tambora, juga tak melegenda seperti Satonda, namun percayalah, desa cantik yang terletak penghujung Sumbawa ini memiliki cara sendiri untuk memberi kenangan dan pengalaman berkesan.
Desa Calabai yang menjadi gerbang masuk Pulau Moyo, Pulau Satonda dan Gunung Tambora ini masih sangat tersisih dari laju kehidupan modern. Selain akses listrik yang dibatasi, sinyal ponsel pun adalah sebuah kemewahan yang sulit didapatkan disini. Keterasingan dari hiruk pikuk dan dinamika kota menjadikan Calabai sebagai sebuah ruang damai yang menyenangkan.
Dengan segala “kekurangan” keindahan artifisial, Calabai menggantinya dengan sejuta keindahan nyata yang membuat mulut tak henti untuk berdecak kagum. Desa ini memiliki sebuah panggung pertunjukan utama sewaktu mentari jingga terbit di timur, malu-malu dibalik Tambora. Juga saat megahnya langit merah di lepas anjungan pantai, saatnya menyeduh kopi hangat dan bersantai sejenak menikmati sebuah pemandangan mahal yang tak semua orang bisa merasakannya.
Di tengah menggeliatnya pariwisata indonesia, Calabai tak ketinggalan untuk mempercantik diri. Para pemuda desa yang memiliki kesadaran akan aset wisata yang dimiliki desa kecil ini menciptakan sebuah kelompok konservasi yang diberi nama dengan Komppak (Komunitas Pencinta Penyu dan Karang), sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang transplantasi terumbu karang dan penetasan penyu secara alami. Bentuk usaha nyata dalam melindungi harta Pulau Sumbawa.
Selain bawah laut, kawasan pantai Calabai juga sangat kaya dengan biji besi. Sudah sangat banyak perusahaan tambang yang melirik tempat ini untuk dijadikan lahan kerja, namun penduduk sekitar masih menolak keberadaan perusak alam tersebut. Aktifitas tambang yang berada di lepas pantai dapat menyebabkan kerusakan terhadap terumbu karang dan ekosistem laut lainnya. Hal itulah yang dihindari oleh penduduk setempat. Sebuah kesadaran yang tak bisa disapu dengan uang.
Saat malam tiba, ditemani purnama, waktunya menari ria dengan api unggun menyala. Untuk santapan terakhir penutup malam, tak lengkap jika tak mencoba kuliner gurita bakar. Yak, gurita adalah sebuah kuliner yang banyak dikonsumsi masyarakat dan diharapkan dapat menjadi ikon makanan Desa Calabai.
Calabai memang tak punya kaldera seperti Tambora, juga tak melegenda seperti Satonda, namun percayalah, desa cantik yang terletak penghujung Sumbawa ini memiliki cara sendiri untuk memberi kenangan dan pengalaman berkesan.
Desa Calabai yang menjadi gerbang masuk Pulau Moyo, Pulau Satonda dan Gunung Tambora ini masih sangat tersisih dari laju kehidupan modern. Selain akses listrik yang dibatasi, sinyal ponsel pun adalah sebuah kemewahan yang sulit didapatkan disini. Keterasingan dari hiruk pikuk dan dinamika kota menjadikan Calabai sebagai sebuah ruang damai yang menyenangkan.
Dengan segala “kekurangan” keindahan artifisial, Calabai menggantinya dengan sejuta keindahan nyata yang membuat mulut tak henti untuk berdecak kagum. Desa ini memiliki sebuah panggung pertunjukan utama sewaktu mentari jingga terbit di timur, malu-malu dibalik Tambora. Juga saat megahnya langit merah di lepas anjungan pantai, saatnya menyeduh kopi hangat dan bersantai sejenak menikmati sebuah pemandangan mahal yang tak semua orang bisa merasakannya.
Di tengah menggeliatnya pariwisata indonesia, Calabai tak ketinggalan untuk mempercantik diri. Para pemuda desa yang memiliki kesadaran akan aset wisata yang dimiliki desa kecil ini menciptakan sebuah kelompok konservasi yang diberi nama dengan Komppak (Komunitas Pencinta Penyu dan Karang), sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang transplantasi terumbu karang dan penetasan penyu secara alami. Bentuk usaha nyata dalam melindungi harta Pulau Sumbawa.
Selain bawah laut, kawasan pantai Calabai juga sangat kaya dengan biji besi. Sudah sangat banyak perusahaan tambang yang melirik tempat ini untuk dijadikan lahan kerja, namun penduduk sekitar masih menolak keberadaan perusak alam tersebut. Aktifitas tambang yang berada di lepas pantai dapat menyebabkan kerusakan terhadap terumbu karang dan ekosistem laut lainnya. Hal itulah yang dihindari oleh penduduk setempat. Sebuah kesadaran yang tak bisa disapu dengan uang.
Saat malam tiba, ditemani purnama, waktunya menari ria dengan api unggun menyala. Untuk santapan terakhir penutup malam, tak lengkap jika tak mencoba kuliner gurita bakar. Yak, gurita adalah sebuah kuliner yang banyak dikonsumsi masyarakat dan diharapkan dapat menjadi ikon makanan Desa Calabai.
KP3A KADINDI WAKILI NTB
KP3A KADINDI WAKILI NTB LOMBA GABUNGAN PETANAI PEMAKAI AIR TINGKAT NASIONAL DI BATAM.
Bertempat di ruang rapat Bupati Dompu selasa 15/5/2012, Bupati Dompu kedatangan Kelompok Tani dari KP3A Kadindi Kec. Pekat, yang tidak lain adalah bertujuan mempresentasikan persiapan mereka dalam mewakili Provinsi NTB dalam lomba GABUNGAN PETANI PEMAKAI AIR di Batam tanggal 25 Mei 2012. Atas Prestasi tersebut Kab. Dompu patut sedikit berbangga karena terpilih sebagai juara tingkat provinsi NTB dan berhak mewakili NTB pada tingkat nasional.
Pada acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Bappeda Dompu serta pejabat terkait lainnya. Dalam presentasinya Kelompok Tani Kadindi memaparkan berbagai potensi dan keberhasilan yang telah mereka raih terlebih lagi kiat dan pola-pola yang mereka kembangkan guna peningkatan produksi padi, jagung, peternakan sapi, serta pemanfaatan potensi lain yang juga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat yaitu dari sektor kerajinan dan hasil lain yaitu madu dan susu kuda liar, dan kesemuanya itu adalah cerminan betapa semangat kemandirian mereka yang begitu kuat. Acara tersebut terasa lebih berbobot lagi karena di sisipkan simulasi bagaimana saat mereka/ Kelompok Tani Kadindi nantinya dalam prosesi pemaparan dalam lomba tersebut seolah-olah dihadapan peserta dan panitia lomba di Batam nantinya.
Bupati Dompu Drs.H.Bambang M. Yasin memberikan apresiasi yang cukup tinggi dalam kesempatan tersebut, telihat dari bagaimana beliau begitu mencermati setiap tahapan pemaparan Kelompok Tani Kadindi sehingga hal inipun menyiratkan bersarnya harapan beliau khususnya dan kita semua pada umumnya agar dalam lomba tersebut Kelompok Tani Kadindi juga mampu berbicara banyak dan meraih prestasi di tingkat nasional yang tentunya juga memberikan daya ungkit tersendiri bagi provinsi NTB dan Kabupaten Dompu khususnya.
Sumber : HUMAS Kab. Dompu
Bertempat di ruang rapat Bupati Dompu selasa 15/5/2012, Bupati Dompu kedatangan Kelompok Tani dari KP3A Kadindi Kec. Pekat, yang tidak lain adalah bertujuan mempresentasikan persiapan mereka dalam mewakili Provinsi NTB dalam lomba GABUNGAN PETANI PEMAKAI AIR di Batam tanggal 25 Mei 2012. Atas Prestasi tersebut Kab. Dompu patut sedikit berbangga karena terpilih sebagai juara tingkat provinsi NTB dan berhak mewakili NTB pada tingkat nasional.
Pada acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Bappeda Dompu serta pejabat terkait lainnya. Dalam presentasinya Kelompok Tani Kadindi memaparkan berbagai potensi dan keberhasilan yang telah mereka raih terlebih lagi kiat dan pola-pola yang mereka kembangkan guna peningkatan produksi padi, jagung, peternakan sapi, serta pemanfaatan potensi lain yang juga dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat yaitu dari sektor kerajinan dan hasil lain yaitu madu dan susu kuda liar, dan kesemuanya itu adalah cerminan betapa semangat kemandirian mereka yang begitu kuat. Acara tersebut terasa lebih berbobot lagi karena di sisipkan simulasi bagaimana saat mereka/ Kelompok Tani Kadindi nantinya dalam prosesi pemaparan dalam lomba tersebut seolah-olah dihadapan peserta dan panitia lomba di Batam nantinya.
Bupati Dompu Drs.H.Bambang M. Yasin memberikan apresiasi yang cukup tinggi dalam kesempatan tersebut, telihat dari bagaimana beliau begitu mencermati setiap tahapan pemaparan Kelompok Tani Kadindi sehingga hal inipun menyiratkan bersarnya harapan beliau khususnya dan kita semua pada umumnya agar dalam lomba tersebut Kelompok Tani Kadindi juga mampu berbicara banyak dan meraih prestasi di tingkat nasional yang tentunya juga memberikan daya ungkit tersendiri bagi provinsi NTB dan Kabupaten Dompu khususnya.
Sumber : HUMAS Kab. Dompu
Climate: DESA KADINDI
Jan 6, 2014
Climate: DESA KADINDI
The climate is tropical in DESA
KADINDI. In most months of the year, there is significant rainfall in DESA
KADINDI. There is only a short dry season and it is not very effective. The
Köppen-Geiger climate classification is Am. The average annual temperature in
DESA KADINDI is 24.3 °C. About 2165 mm of precipitation falls annually.
Climate
graph
The driest month is July with 27 mm.
Most precipitation falls in January, with an average of 502 mm.
Temperature
graph

The warmest month of the year is
March with an average temperature of 25.2 °C. In July, the average temperature
is 23 °C. It is the lowest average temperature of the whole year.
Climate
table
The difference in precipitation
between the driest month and the wettest month is 475 mm. The average temperatures
vary during the year by 2.2 °C.
Label:
News,
Potret Kadindi,
Wisata
Air Bersih
Dec 31, 2013
Salam hangat dari Fans Kadindi buat Pembaca sekalian.
Mengapa Air Bersih ( Air minum ) di desa Kadindi Belum bisa normal..?
Bagi masyarakat kadindi tentu banyak sekali yang berfikir mengapa air bersih di desa kadindi ini masih saja belum normal seperti apa yang di harapkan,?
Permasalahan ini terus menerus menjadi buah bibir penduduk desa, ada yang mengatakan sudah terlalu banyak pengguna air ilegal sehingga air pipa yang di saluri dari dam tdak sampai ke ujung Desa Kadindi Barat,
ada juga yang berpendapat bahwa sumber airnya kecil sekali dan tidak mencukupi untuk di suplai sampai ke penghujung desa.
Yang perlu di garis bawahi adalah Bukan dari pemakai ilegal, tapi yang di khawatirkan adalah Sumber air yang semakin lama semakin mengecil dan akhirnya mati total. tentu akan membuat keadaannya semakin parah, Mengapa? karna sangat sukar untuk di percaya kalau di Desa Kadindi Penduduknya akan membuat Sumur galian seperti di Desa Desa lain di pesisir pantai, seperti misalnya Desa Karombo Dan Nanga miro.
Sobat pembaca....!!
Sekarang sudah era moderen sekali, hawa dunia semakin panas dan menyengat Perubahan iklim juga bisa membuat keadaan ini semakin hot.!
Mari kita kembali ke 15 tahun yang lalu.....!!
Kadindi pada masa itu sangat berkecukupan dengan air bersih atau air minum, karna kita tahu bahwa sumber airnya masih besar dan meluap luap. kehidupan di masa itu juga sangat tentram dan damai, penduduknyapun masih sedikit sekali dan hutannya masih lebat.
Air pipa yang mengalir sampai di ujung Desapun tak pernah macet dan mampet. Bak-bak umum di desa kadindi tak pernah kosong,bahkan sisa airnyapun bisa untuk memberi ternak minum dan lain sebagainya.
Sahabat pembaca..!!!
Semua tinggal kenangan...tampa terasa hari berganti begitu cepat dan tahun pun tak terasa sudah mau berganti baru, apa perasan dan apa yang kita rasakan sekarang.?
Anda tentu ingin memberikan ide atau solusinya, Mungkin di antara pembaca ada yang mau membangun Dam baru, sumur bor, atau mungkin Kembali menanam kayu sebagai pelindung di sumber mata air tersebut, Tafaddol Tafaddo saja.
Para pembaca...! Setahun yang lalu permasalahan ini pernah di sampaikan ke Dewan Wakikil rakyat,
Kala itu Masyarakat meminta untuk di bangun satu lagi dam, supaya Dapat di nikmati oleh penduduk yang jauh dari sumber mata air, tapi usul masyarakat ini belum ada realisasinya, mungkin masih dalam peroses atau persetujuan Pemerintah. hahahahaaaaayyyy...
Penduduk desa pun masih menunggu dan berharap ada kabar gembira dan bukan kabar kabur...!!!
Mengapa Air Bersih ( Air minum ) di desa Kadindi Belum bisa normal..?
Bagi masyarakat kadindi tentu banyak sekali yang berfikir mengapa air bersih di desa kadindi ini masih saja belum normal seperti apa yang di harapkan,?
Permasalahan ini terus menerus menjadi buah bibir penduduk desa, ada yang mengatakan sudah terlalu banyak pengguna air ilegal sehingga air pipa yang di saluri dari dam tdak sampai ke ujung Desa Kadindi Barat,
ada juga yang berpendapat bahwa sumber airnya kecil sekali dan tidak mencukupi untuk di suplai sampai ke penghujung desa.
Yang perlu di garis bawahi adalah Bukan dari pemakai ilegal, tapi yang di khawatirkan adalah Sumber air yang semakin lama semakin mengecil dan akhirnya mati total. tentu akan membuat keadaannya semakin parah, Mengapa? karna sangat sukar untuk di percaya kalau di Desa Kadindi Penduduknya akan membuat Sumur galian seperti di Desa Desa lain di pesisir pantai, seperti misalnya Desa Karombo Dan Nanga miro.
Sobat pembaca....!!
Sekarang sudah era moderen sekali, hawa dunia semakin panas dan menyengat Perubahan iklim juga bisa membuat keadaan ini semakin hot.!
Mari kita kembali ke 15 tahun yang lalu.....!!
Kadindi pada masa itu sangat berkecukupan dengan air bersih atau air minum, karna kita tahu bahwa sumber airnya masih besar dan meluap luap. kehidupan di masa itu juga sangat tentram dan damai, penduduknyapun masih sedikit sekali dan hutannya masih lebat.
Air pipa yang mengalir sampai di ujung Desapun tak pernah macet dan mampet. Bak-bak umum di desa kadindi tak pernah kosong,bahkan sisa airnyapun bisa untuk memberi ternak minum dan lain sebagainya.
Sahabat pembaca..!!!
Semua tinggal kenangan...tampa terasa hari berganti begitu cepat dan tahun pun tak terasa sudah mau berganti baru, apa perasan dan apa yang kita rasakan sekarang.?
Anda tentu ingin memberikan ide atau solusinya, Mungkin di antara pembaca ada yang mau membangun Dam baru, sumur bor, atau mungkin Kembali menanam kayu sebagai pelindung di sumber mata air tersebut, Tafaddol Tafaddo saja.
Para pembaca...! Setahun yang lalu permasalahan ini pernah di sampaikan ke Dewan Wakikil rakyat,
Kala itu Masyarakat meminta untuk di bangun satu lagi dam, supaya Dapat di nikmati oleh penduduk yang jauh dari sumber mata air, tapi usul masyarakat ini belum ada realisasinya, mungkin masih dalam peroses atau persetujuan Pemerintah. hahahahaaaaayyyy...
Penduduk desa pun masih menunggu dan berharap ada kabar gembira dan bukan kabar kabur...!!!
Saya rasa cukup sekian saja dulu...Terima kasih sudah berkenan mampir, jangan lupa Kembali lagi yaaa?
Pembaca yang baik adalah yang mau meninggalkan sekelumit komentarnya.
Wassalamualaikum wr.wb.
Anda mau membaca Syair yang di karang oleh pelopor Desa Kadindi Datu Anggrat BA
Silahkan Klik Di sini
Dan bagi anda yang Mau menulis sesuatu tentang apa saja silahkan cotact kami di
mc.galich@gmail.com
Kirim Email anda dan pasti kami akan Post di : http://mamiqgalich.blogspot.com/
Mau mantra khas suku sasak lombok klik di sini
Mau mendekor rumah atau halaman silahkan luhat lihat di sini






